
ISSN 3046-5532
Jurnal Desain Produk Nasional
Jurnal Desain Produk Nasional (JDPN) adalah jurnal terbuka—yang dikelola oleh Program Studi Desain Produk, Fakultas Arsitektur dan Desain dan bekerja sama dengan Forum Program Studi Desain Produk Indonesia sebagai anggota afiliasi dari Aliansi Desainer Produk Industri Indonesia (ADPII)—yang berfokus pada publikasi penelitian di bidang desain secara umum, baik sebagai hasil kegiatan penelitian tradisional maupun karya desain. JDPN diterbitkan dua kali setahun, Maret dan September.
Jurnal Desain Produk Nasional (JDPN) bertujuan untuk membangun dan memperkuat semua nuansa akademik yang terkait dengan bidang desain produk, desain industri, craft, desain fashion, dan bidang desain terkemuka lainnya yang menghasilkan artefak.
Semua tulisan yang diterima harus didasarkan pada proses pembuatan (atau penciptaan) artefak, analisis kreatif, hasil penelitian desain, konsep dan ide, penerapan teori dan metode, pendapat filosofis, atau resensi buku.
CAKUPAN
Ruang lingkup Jurnal Desain Produk Nasional adalah—namun tidak terbatas pada—sebagai berikut:
Kriteria Publikasi
Untuk dapat dimuat di Jurnal Desain Indonesia, sebuah naskah harus memenuhi lima kriteria sebagai berikut:
Rekomendasi hasil review adalah sebagai berikut:
Hingga saat ini, Jurnal Desain Produk Nasional didukung oleh Jurusan/Program Studi Desain Produk lembaga tersebut dibawah ini
Indonesia merupakan negara kepulauan dengan keragaman demografis dan kultural yang kompleks mencakup 300 suku bangsa. Desain produk tidak universal, tetapi harus responsif terhadap heterogenitas konsumen meliputi dimensi psikografis. Pendekatan user-centered design menekankan pemahaman mendalam terhadap persona pengguna. Preferensi konsumen urban cenderung pada nilai status dan teknologi, sedangkan konsumen rural memprioritaskan fungsionalitas, daya tahan, dan harga terjangkau.
Dimensi kultural juga fundamental. Nilai kolektivisme mempengaruhi preferensi produk yang memfasilitasi interaksi sosial. Globalisasi melahirkan segmen kosmopolitan yang menuntut "glocalization", menyeimbangkan standar global dengan sentuhan lokal. Dari perspektif segmentasi, keragaman ini mengharuskan strategi desain diferensiasi atau mass customization. Strategi one-size-fits-all tidak relevan; diperlukan desain modular yang menyesuaikan fitur, material, dan estetika dengan kondisi infrastruktur tropis serta makna kultural, seperti industri otomotif.
Aspek inklusivitas semakin relevan mengingat kesenjangan aksesibilitas. Desain responsif berarti pengembangan lini produk dengan tingkatan harga dan kualitas berbeda tanpa mengorbankan identitas merek, sejalan dengan konsep affordable design menjangkau pasar bawah piramida. Hubungan desain produk dan keragaman konsumen di konteks Indonesia bersifat dialektis. Desain tidak hanya merespons kebutuhan pasar, tetapi juga membentuk perilaku konsumen. Keberhasilan desain bergantung pada integrasi wawasan antropologis, data empiris, dan sensitivitas terhadap dinamika budaya. Dengan demikian, desain produk menjadi instrumen strategis untuk menciptakan nilai yang relevan dan berkelanjutan dalam ekosistem konsumsi yang plural.
Jurnal Desain Produk Nasional memfokuskan diri pada desiminasi hasil perancangan (desain) dengan menggunakan template design report sesuai dengan konvensi yang telah dibentuk oleh Forum Program Studi Desain Produk Indonesia