Perancangan Sarana Penyimpanan Minuman Menggunakan Material Kayu Kelapa Dengan Mengangkat Kearifan Lokal Budaya Minahasa
DOI:
https://doi.org/10.26760/jdpn.v4i1.81Kata Kunci:
Cap Tikus, Kayu Kelapa, metode ATUMICS, Tradisi, WarugaAbstrak
Indonesia, sebagai negara tropis dengan kekayaan alam yang melimpah, memiliki potensi besar dalam pemanfaatan pohon kelapa, termasuk kayunya. Namun, penggunaan kayu kelapa dalam industri masih terbatas meskipun memiliki karakteristik unik. Penelitian ini bertujuan merancang rak penyimpanan dan pajangan untuk minuman tradisional khas Sulawesi Utara, yaitu Cap Tikus, dengan memanfaatkan kayu kelapa. Rak ini dirancang menggunakan pendekatan desain yang menggabungkan unsur tradisi dan modernitas, menciptakan solusi yang estetis dan fungsional. Teknik sambungan tanpa paku, sekrup, dan baut dieksplorasi untuk mengatasi tantangan struktur kayu kelapa yang keras dan tajam. Metode ATUMICS diterapkan untuk mengintegrasikan aspek tradisi, teknik, fungsi, material, ikonografi, dan konsep budaya yang terinspirasi dari Waruga, artefak pemakaman khas Minahasa. Hasil penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi dalam memperluas pemanfaatan kayu kelapa, melestarikan budaya lokal, dan menawarkan inovasi desain untuk penyimpanan dan penyajian Cap Tikus secara lebih menarik dan terorganisir.
Referensi
Indrosaptono, D., Sukawi, & Indraswara, M. S. (2014). Kayu Kelapa (glugu) sebagai Alternatif Bahan Konstruksi Bangunan. Modul.
Kartika, S. (2023, November 26). Cap Tikus, Minuman Tradisional Beralkohol yang Mengakar di Minahasa, Sulawesi Utara. Retrieved from Time News: https://www.timenews.co.id/nasional/99510991379/cap-tikus-minuman-tradisional-beralkohol-yang-mengakar-di-minahasa-sulawesi-utara?utm_source=chatgpt.com#google_vignette
Nugraha, A. (2012). Transforming Tradition. Helsinki: Alto University, Unigrafia.
Syaputra, E. A., & Djati, I. D. (2021). PENGARUH JENIS KAYU DAN SISTEM SAMBUNGAN TERHADAP. Penelitian Hasil Hutan, 107.
Umar, D. Y. (2006). Kubur Batu Waruga Di Sub-Etnis Tou'mbulu Sulawesi Utara. Jakarta Selatan: Pusat Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Nasional.
UNESCO. (2003, Oktober 17). Retrieved from Konvemsi Untuk Perlindungan Warisan Budaya Takbenda: https://ich.unesco.org/doc/src/00009-ID-PDF.pdf



