Perancangan Sarana Duduk Berdasarkan Perilaku Pengguna Ruang Publik di Jalan Tunjungan, Surabaya

Penulis

  • Clement Cornelius Soeharno Universitas Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.26760/jdpn.v4i1.243

Kata Kunci:

Sarana duduk publik, Jalan Tunjungan, Surabaya

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan mengenai furnitur publik berupa sarana duduk di Jalan Tunjugan. Penyalahgunaan produk bukan kursi yang terjadi di Jalan Tunjungan, Kota Surabaya yang semakin banyak terjadi akibat dari kursi yang kurang dan banyaknya pengunjung Jalan Tunjungan menyebabkan pengunjung kurang nyaman dan merasa tidak aman saat duduk di produk bukan kursi seperti  bollard (pembatas jalan) dan tangga di depan toko. Kursi yang ada pada Jalan Tunjungan juga masih memiliki banyak kekurangan yang masih belum menjawab kebutuhan dan permintaan pengunjung. Berdasarkan hal tersebut, yang menjadi latar belakang pada penelitian dan perancangan ini adalah adanya peluang untuk merancang produk furnitur publik berupa sarana duduk yang mampu memberi rasa nyaman, aman, menjawab kebutuhan pengunjung, tanpa harus meninggalkan gaya desain kolonial Belanda yang sudah menjadi ciri khas Jalan Tunjungan. Metode yang digunakan pada penelitian adalah penelitian terapan dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif (mixed method), yang mencangkup kuesioner, dokumentasi, Studi Perilaku, Studi Produk Eksisting (observasi), In Depth Interview dan metode Design Thinking digunakan sebagai perancangan produk sarana duduk ini. Penelitian, dan perancangan ini diharapkan dapat menjadi acuan pernataan kursi trotoar/koridor Jalan Tunjungan, dan mampu menjadi tempat duduk yang nyaman, aman  dan memenuhi kebutuhan pengunjung.

Referensi

L. Hurek, “Tunjungan Romansa Jadi Pendongkrak Wisata di Surabaya,” https://radarsurabaya.jawapos.com/surabaya/2112070009/tunjungan-romansa-jadi-pendongkrak-wisata-di-surabaya.

A. S. A. Maharani and H. B. Alexander, “Bola-bola di Trotoar Bukan Tempat Duduk, Ini Fungsinya,” https://www.kompas.com/properti/read/2023/07/01/120000121/bola-bola-di-trotoar-bukan-tempat-duduk-ini-fungsinya.

J. Gehl, Cities for People. Washington, DC: Island Press, 2010.

E. Adelia, N. Sany, P. Damastuti, F. Damayanti, and S. P. Ma’wa, “KAJIAN ESTETIKA IMPLEMENTASI BAMBU LAMINASI PADA TRANSFORMABLE FURNITURE BRUNA CABINET,” Jurnal Kreatif Desain Produk Industri dan Arsitektur, Sep. 2024.

M. R. Havier, “Estetika Bentuk Pada Furnitur Berkonsep Anthropomorphis Studi Kasus : ‘My Big Fat Sofa,’” 2018. [Online]. Available: www.charlottekingsnorth.

S. V. Oktavia, “Pengaruh Kenyamanan Alun-Alun Kota Bandung Terhadap Pemanfaatan Ruang Publik FTSP Series,” 2021.

D. M. Rifli and B. Sudarwanto, “Konsep Placemaking Elemen Comfort and Image pada Ruang Publik Taman Jogging Track UNDIP.,” Jurnal Arsitektur ARCADE, vol. 9, no. 3, pp. 310–316, 2025.

Unduhan

Diterbitkan

12-09-2026

Cara Mengutip

1.
Soeharno CC. Perancangan Sarana Duduk Berdasarkan Perilaku Pengguna Ruang Publik di Jalan Tunjungan, Surabaya. JDPN [Internet]. 12 September 2026 [dikutip 13 September 2026];4(1):43-59. Tersedia pada: https://jdpn.itenas.ac.id/index.php/home/article/view/243